DPO: The Repyuw

Lupakan The Raid! Ini eranya DPO. Detachment Police Operation!

Saya beruntung hidup di jaman dimana dunia perfilman Indonesia menghadirkan film semacam The Raid, meski ceritanya klasik dan bisa dibilang standar untuk ukuran film laga aksi lawas, tapi hadir secara moderen dan habis-habisan.

Ada masa di mana kita menepuk dada dengan bangga karena karya anak bangsa dihargai, bahkan hingga di luar negeri. Rating The Raid pun tak main-main di laman internet yang kerjanya meratifikasi film secara 2.0, namanya juga era web 2.0. Continue reading “DPO: The Repyuw”

Jika Fasilitas Amnesti Pajak Tidak Nampak Menarik Untuk Anda, Kemungkinan Besar Amnesti Pajak Memang Bukan Untuk Anda

Beberapa waktu belakangan, media massa, terutama yang online, ramai dibicarakan soal amnesti pajak. Bahkan dua hari ini, muncul kehebohan netizen (warga internet) dan muncul tagar #StopBayarPajak yang saya tangkap sebagai upaya penolakan terhadap program pemerintah di bidang fiskal ini.

Sebagai orang yang bekerja di kantor pajak, apa yang dihebohkan oleh netizen itu sejatinya juga ada di benak pikiran para Wajib Pajak yang datang ke kantor saya guna mencari informasi yang lebih jelas.

Continue reading “Jika Fasilitas Amnesti Pajak Tidak Nampak Menarik Untuk Anda, Kemungkinan Besar Amnesti Pajak Memang Bukan Untuk Anda”

Obyektifikasi

Kemarin adalah hari Kartini. Hari nasional yang ndak termasuk hari libur, yang sudah dirayakan entah sudah berapa kali tiap tahunnya, dengan pemaknaan yang berbeda-beda oleh tiap individu, selain yang diajarkan lewat bangku sekolah dan kemungkinan-kemungkinan penafsiran berbau intelektual tentangnya ketika diperlukan.

Buat saya pribadi, yang pertama terlintas di benak saya ketika hari Kartini, adalah kebaya. Ya, sedangkal itu saya ini. Memang, saya bisa menemukan penafsiran tentang perjuangan Kartini di mana-mana, di koran, di majalah, di artikel internet atau akun-akun sosial media kawan-kawan saya.

Continue reading “Obyektifikasi”

Salah Kami, Pak..

Kami masih berduka atas kepergian rekan-rekan kami kala menjalankan tugas menagih pajak kemarin itu. Sedih tak terkira dirasakan oleh keluarga dekat para korban. Sedihnya kami ini ndak ada apa-apanya dibanding yang dirasakan oleh pihak keluarga, tentu saja. Kedawan jangkah, kalau kami mengklaim kami atau sayalah yang paling sedih.

Selepas kelar menyeruput kopi pagi yang telanjur dingin terpapar pendingin ruangan, saya membaca tulisan di media massa. Judulnya “Kematian Prada, Panama Papers, Pengampunan Pajak”.

Continue reading “Salah Kami, Pak..”

Duka

Kematian adalah hal yang biasa bagi makhluk bernyawa macam kita ini, bahkan merupakan suatu kepastian. Yang saya yakin sampai saat ini belumlah ada yang mampu menghindar. Kita pasti akan mati. Pelan-pelan lantaran sakit atau tiba-tiba karena musibah. Terdiagnosa dan teramal atau terkesan mendadak tanpa aba-aba. Kematian itu hal yang biasa, yang rumit itu tafsirnya.

Kematian menjadi sesuatu yang gawat, gaduh dan menderu jika terjadi pada orang dekat kita. Saya sendiri belum pernah mengalami kematian, maka gambaran saya soal kematian adalah sok tahu saja. Yang saya tahu tentang kematian adalah bahwa segala sesuatu soal urusan di dunia ini sudah kelar. Itupun dugaan saya belaka, karena bisa jadi benar ada arwah yang bergentayangan karena penasaran.

Continue reading “Duka”

Memanusiakan Tuhan

“Kalian juga tahu kalau aku sepakat soal betapa brengseknya manusia, lantas, jika Tuhan itu sedikit saja mirip manusia, kalian pikir aku mau menyembahnya?”.

Kopiku tinggal seperempat gelas. Pengunjung kafe tinggal sepasang muda-mudi yang dimabuk asmara. Bagaimana aku tahu? Mereka saling memegang tangan dan menganggap cuman itu yang penting bagi mereka saat itu. Tak pernah nampak salah satu dari mereka atau keduanya sibuk dengan gawai mereka. Mereka berbincang sambil sesekali menyeruput minuman yang mereka pesan sebelumnya.

Aku kembali mengambil gelas kopiku. Menyeruput pelan, lalu meletakkan kembali ke meja. Aku tak sendirian, ada tiga kawan lain. Mereka tengah asyik berdebat, lebih tepatnya saling merasa paling benar, tentang diri mereka dan bisa jadi tentang orang lain. Aku? Aku kebingungan hendak melakukan apa.

Continue reading “Memanusiakan Tuhan”