Engkau

Siapa yang menghirup redup
hingga perlahan
aku ingin hidup sebenar hidup?

Siapa yang melenyap gelap
hingga perlahan
mataku menyala jadi bara?

Siapa yang membunuh jenuh
hingga pelan-pelan
aku rebah dalam tabah?

Siapa yang membikin sakit jadi sedikit
hingga dalam sembahyang
aku berani meminta agar hilang?

Siapa yang menyibak semerbak
hingga monster sepertiku
takluk tunduk mendamba peluk?

Siapa yang merumus jurus
hingga tiba-tiba
aku meluangkan angan?

Siapa lagi, Dik?
Jika bukan engkau.

Engkau.

(Purwokerto, 12 April 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *