Burung

Kadang kita ndak bisa menduga-duga bagaimana kita bisa dibawa ke dalam suatu perbincangan yang sejatinya luar biasa berat namun dalam balutan ringan dan bungkusan basa-basi harian. Dan hari itu pertanyaan saya murni agar saya punya bahan obrolan saja. “Burung itu dikandangin sendirian, opo yo ndak bosen yo mas? Opo ndak kesepian? Galau…”

Saru

Jika bisa, akan kutulis kisah tentangku dengan kertas beraroma busuk, Dengan tinta menyala menusuk mata, Dengan pilihan kata-kata hina, Jika mampu, akan kuceritakan kisahku bak kisah laknat dalam kitab suci, Dengan kata-kata kutukan dan cacian, Disisipi doa agar tak ada yang menirunya, Jika sempat, Akan kulukis diriku dalam sapuan kuas pemabuk, Dengan goresan panjang dan… Read more Saru

Jazz

Bicara soal musik saya dan dua kawan kantor saya, Mas Lanting dan Mbah Didik itu mempunyai selera yang berbeda-beda meski masih ada benang merahnya. Mbah Didik itu penyuka pop (dan sedikit campur rock) lokal macam Dewa (baik yang pake 19 ataupun tidak), Ada Band, Kerispatih dan tentu saja Ari Lasso. Meski belakangan teracuni dengan lagu-lagu… Read more Jazz

Survei

Kemarin sore, Mas Prabu mengingatkan saya dan teman-teman untuk segera mengisi sebuah survei yang diadakan oleh kantor pusat instansi kami. Yang elok adalah bahwa survei tersebut mengenai tingkat kepuasan para pegawai. Dan survei ini dilakukan secara web-based (berbasis web yang bersifat online). Setelah saya masuk ke situs yang ditmaksudkan, saya menjumpai bahwa saya dihadapkan dengan… Read more Survei

Rasa

Saya itu orang yang tidak lucu, tidak lahir dengan bakat untuk melucu. Sehingga harus belajar dan berusaha keras untuk sekadar melucu. Makin berat ketika tersadar bahwa kadar kelucuan itu berbeda-beda bagi masing-masing orang. Apa yang menurut saya lucu, bisa jadi tidak bagi yang lain. Begitu pula sebaliknya. Siapakah yang dapat menjelaskan dengan memuaskan apa yang… Read more Rasa

Oeang!

Hari ini, enam puluh enam tahun yang lalu, adalah kali pertama republik ini mengeluarkan uang resminya. Uang kertas dengan pecahan satu sen bergambar keris di bagian depan dan teks undang-undang di bagian belakang ini ditandatangani oleh AA. Maramis dan disebut dengan ORI, Oeang Republik Indonesia. Memang, uang ini bukan uang yang pertama kali dikenal di… Read more Oeang!

Hantu

Semenjak ditinggal mudik anak dan istri saya ke Gorontalo, saya sering menghabiskan senja saya untuk tetap berada di kantor, kecuali kalau memang ada urusan yang lebih penting. Seringnya sih ditemani Mbah Didik dan Mas Lanting. Namun ada beberapa kali kesempatan saya berada di kantor malam-malam tanpa kehadiran mereka. Nah beberapa hari jumat yang lalu saya… Read more Hantu

Jarak

Suatu waktu saya berpikir, tiap hari dengan jarak yang sama, saya melakukan perjalanan ulang-alik antara rumah dan kantor. Rutin dan teratur. Begitu terus setiap hari. Sampean tahu apa yang menyelip di balik sesuatu yang rutin? Kurangnya penghayatan. Perjalanan, bisa terasa lebih panjang atau lebih pendek meskipun jika diukur jaraknya dalam satuan metrik akan sama saja.… Read more Jarak

Nilai

Tadi pagi, kantor saya ada perbincangan seru. Acara tukar kawruh kali ini membahas soal nilai-nilai yang menjadi acuan atau pedoman kami dalam bertindak di lingkungan kantor selaku pranata praja negara ini. Yang menyampaikan materi adalah Mr. Prabu Pantun dan Mr. Sunda. Acara dimulai dengan Mr. Prabu menjelaskan dari asal mula kenapa nilai atau norma itu muncul,… Read more Nilai

Wow

Beberapa waktu lalu, Mbah Didik bercerita kepada saya dan Mas Lanting. Tentang kelakuan anaknya yang membuatnya sedikit kesal. Sebenarnya anak Mbah Didik itu tidak sendirian, ada ribuan atau mungkin malah jutaan orang lain yang melakukan hal yang sama. Semacam kegilaan secara berjama’ah atas nama kekinian dan tren. Belakangan Mas Sinar, senior saya di kantor juga… Read more Wow