Tentang Persepedamotoran

Sepeda motor adalah barang yang jamak di Indonesia. Saking jamaknya sepeda motor sudah tidak menjadi tolak ukur apakah seseorang itu kaya atau sebaliknya, miskin. Semua itu berasal dari banyaknya manusia (Indonesia) dan minimnya transportasi umum. Juga prestise, terutama bagi mereka yang tak punya cukup uang untuk membeli mobil tapi tidak layak disebut fakir miskin. Saya… Read more Tentang Persepedamotoran

Blog Versus Micro-Blogging

Saya makin yakin bahwa menulis dan membaca adalah dua hal yang sebanding dan sebangun. Normalnya, makin banyak membaca, makin banyak pula hal yang bisa ditulis. Belakangan saya memang jarang sekali membaca (baca: tidak pernah). Banyak alasan yang bisa saya bualkan, tapi kemalasanlah alasan sebenar-benarnya. Saya bukan penulis yang tulisannya nyangkut di surat kabar, atau novelnya… Read more Blog Versus Micro-Blogging

Hajatan

Belakangan ini ada hajatan dimana-mana. Untungnya saya tidak mendapatkan undangan berhubung saya masih tergolong ‘orang baru’ di lingkungan saya. Yang kebayang jika saya mendapatkan undangan dalam jumlah yang massive adalah amplop, isi amplop, senyum dibikin-bikin, basa-basi dan kolesterol.

Kemana? Kemana? Kemanaaa?

Sampeyan rajin ngikutin perkembangan berita dalam negeri, baik melalui media cetak maupun elektronik? Iya? Pernahkah sampeyan mikir kenapa hampir semua berita dalam negeri itu isinya melulu soal carut marutnya negara ini? Tentang kalau toh ada artikel/berita yang menarik (baca: indah) itu biasanya justru soal kuliner atau wisata? Iya? Sama dengan saya kalau begitu.

Merdeka

MERDEKA DALAM PEKIK, TERJAJAH DALAM KEBODOHAN Dua hari lalu, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke 66. Akan tetapi definisi merayakan bisa bermacam-macam. Penuh nuansa. Bagi anak-anak sekolah, 17-an berarti upacara, berpanas-panas dan bermandi peluh.

Ramadhan

Tulisan ini adalah percobaan ke lima saya dalam menulis dengan tema ramadhan. Empat kali gagal. Kebanyakan tulisan saya menjadi tak fokus dan ndlewer kemana-mana dan menjadi terlalu panjang. Padahal sejak awal dibuatnya blog ini, sebisa mungkin tulisan-tulisan saya pendek namun mengajak pembacanya ngobrol. Minimal merenung.

Mainan

Kemarin, saat dalam perjalan pulang dari kantor, saya memacu sepeda motor hingga batas kecepatan yang bisa ditanggung oleh sang mesin. Apa pasal? Tidak, saya tidak sedang buru-buru ditunggu istri yang sedang ngambek. Bukan itu. Kebetulan saya kebelet pipis. Ya, banyak hal tolol kita lakukan dengan alasan sepele dan mudah solusinya. Namun kencing di rumah bukankah… Read more Mainan

Kala Eddie Vedder Dimabuk Cinta

Saya suka dengan Nirvana, namun saya cinta Eddie Vedder. Ucapan itu saya ucapkan kala masih duduk di bangku SMA. Karena tidak seperti “rivalnya”, Kurt Cobain, Eddie Vedder –bersama Pearl Jam tak membiarkan diri mereka untuk dikuasai oleh industri. Kurt boleh saja jadi model anti kemapanan bagi para remaja kala itu, tapi Eddie adalah pemberontak sejati.… Read more Kala Eddie Vedder Dimabuk Cinta

Hari Pertama Sekolah, Rok Dan Kabut Pagi

Pagi ini saya berangkat ke kantor seperti biasa. Setelah beberapa saat memanaskan mesin sepeda motor bebek saya, mandi dan minum teh hangat, saya mengenakan baju kerja lengkap dengan segala peralatan naik motor.

Sekilo Asin!

Kemarin, sabtu, saya pergi ke tukang raparasi jam tangan di kota Purbalingga. Jam tangan saya memang rusak sehingga sampai saat ini jam tangan saya masih menunjukkan Waktu Indonesia Tengah. Tidak bisa diubah.