Pria dan Perasaan

“Dasar laki-laki gak punya perasaan!”, pernah dengar ungkapan seperti itu? Saya yakin pernah. Ungkapan ini umumnya diucapkan atau ditulis oleh kaum hawa, baik dalam kondisi marah atau obrolan santai bersama koleganya. Saya tahu tulisan ini akan memicu pertengkaran baru antara saya dan beberapa kawan feminis saya. Tapi setidaknya, bersediakah kalian membacanya hingga ujung?

Bahagia

Suatu sore, saya ingat bertanya pada mbah kakung saya dari bapak. Saya masih SMP waktu itu. Kakek saya hidup sebatang kara bersama satu cucu laki-lakinya yang ditinggal Ibu kandungnya merantau mencari uang. Usianya simbah kala itu sudah 80-an, namun masih tegap berdiri dan mampu ngambil uang pensiunan dengan berjalan kaki setiap bulannya. Simbah saya itu… Read more Bahagia

Kesepian

Mari kita bicara soal kesepian. Kesepian yang sering kita coba kalahkan dengan berada di tengah banyak orang sekaligus dan setiap saat, kesepian yang coba kita kalahkan dengan mempunyai kawan sebanyak mungkin, kesepian yang coba kita taklukkan dengan menjadi sesibuk mungkin bersama orang lain. Juga kesepian yang sama yang kita salah-sangkakan hanya bisa kita alami jika… Read more Kesepian

Masturbatif

Kata itu memang belakangan sering saya tuliskan, dan ada beberapa kawan yang menanyakan maksud saya menggunakannya. Sebenarnya sederhana, yaitu semacam usaha untuk memuaskan diri sendiri. Tidak, saya tidak bilang usaha untuk memuaskan diri sendiri itu keliru ataupun salah.

Memanusiakan Tuhan

“Kalian juga tahu kalau aku sepakat soal betapa brengseknya manusia, lantas, jika Tuhan itu sedikit saja mirip manusia, kalian pikir aku mau menyembahnya?”.

Tuhan Jangan Marah Ya!

Hujan membasahi bumi dengan mode hidup enggan mati tak mau tadi malam. Namun saya yang tengah berkendara motor, cukup terganggu dengan rintik hujan yang bertubi-tubi menyerang wajah saya. Di sebuah kelokan, saya melihat dua manusia tengah berjalan pelan melintasi hujan tanpa payung, tanpa jas hujan. Seorang bapak dan seorang ibu. Ketika saya sudah dekat dengan… Read more Tuhan Jangan Marah Ya!

Pohon

Sore tadi, saya mengendarai sepeda motor tua milik saya, tua karena otor tersebut diproduksi terlebih dahulu sebelum saya lahir. Saya memacu motor saya menuju kawasan tempat pembuangan akhir sampah Gunung Tugel. Kemudian saya memarkir motor saya di pinggir jalan, telat di bawah sebuah pohon trembesi. Cuaca cukup panas, debu berterbangan dan tanah pecah merekah, maklum… Read more Pohon

Silat Lidah

Pernahkah kita serius memikirkan apapun yang hendak kita ucapkan dan atau tuliskan? Maksudnya, jangan-jangan, seperti halnya saya, tak pernah benar-benar meluangkan waktu untuk sejenak memikirkan tentang segala hal yang hendak dibicarakan, ditanyakan, di utarakan dan dibahas, baik dalam media lisan maupun tulisan. Semakin berumur, saya makin kesulitan membedakan mana ucapan yang sungguh-sungguh, dan mana yang… Read more Silat Lidah

Ego

Pernahkah anda mendapat nasehat agar menenangkan diri untuk lalu mendengarkan isi hati? Agar kita bisa mengambil keputusan tak tergesa dan tak egois. Jika kembali ditengok, sebenarnya apa sih makhluk bernama ego yang sangat sering disalahkan atas segala sesuatu yang tergesa dan keliru? Berapa dari kita pernah dianggap keliru lalu: “Kamu sih terlalu mengikuti ego mu!”.… Read more Ego

Panen Madu dan Keakraban

Secara bodon-bodonan, saya sudah melewati tiga puluh dua idul adha. Sebuah hari raya yang sejak kecil tertanam di benak saya sebagai saat dimana saya bisa nyate, karena di lingkungan saya tumbuh, kambing lah yang lebih banyak dijadikan binatang kurban. Tiga puluh dua kali idul adha. Angka yang cukup banyak. Yang jika tiap melewatinya saya sempatkan… Read more Panen Madu dan Keakraban