Masturbatif

Kata itu memang belakangan sering saya tuliskan, dan ada beberapa kawan yang menanyakan maksud saya menggunakannya. Sebenarnya sederhana, yaitu semacam usaha untuk memuaskan diri sendiri. Tidak, saya tidak bilang usaha untuk memuaskan diri sendiri itu keliru ataupun salah.

Memanusiakan Tuhan

“Kalian juga tahu kalau aku sepakat soal betapa brengseknya manusia, lantas, jika Tuhan itu sedikit saja mirip manusia, kalian pikir aku mau menyembahnya?”.

Tuhan Jangan Marah Ya!

Hujan membasahi bumi dengan mode hidup enggan mati tak mau tadi malam. Namun saya yang tengah berkendara motor, cukup terganggu dengan rintik hujan yang bertubi-tubi menyerang wajah saya. Di sebuah kelokan, saya melihat dua manusia tengah berjalan pelan melintasi hujan tanpa payung, tanpa jas hujan. Seorang bapak dan seorang ibu. Ketika saya sudah dekat dengan… Read more Tuhan Jangan Marah Ya!

Pohon

Sore tadi, saya mengendarai sepeda motor tua milik saya, tua karena otor tersebut diproduksi terlebih dahulu sebelum saya lahir. Saya memacu motor saya menuju kawasan tempat pembuangan akhir sampah Gunung Tugel. Kemudian saya memarkir motor saya di pinggir jalan, telat di bawah sebuah pohon trembesi. Cuaca cukup panas, debu berterbangan dan tanah pecah merekah, maklum… Read more Pohon

Silat Lidah

Pernahkah kita serius memikirkan apapun yang hendak kita ucapkan dan atau tuliskan? Maksudnya, jangan-jangan, seperti halnya saya, tak pernah benar-benar meluangkan waktu untuk sejenak memikirkan tentang segala hal yang hendak dibicarakan, ditanyakan, di utarakan dan dibahas, baik dalam media lisan maupun tulisan. Semakin berumur, saya makin kesulitan membedakan mana ucapan yang sungguh-sungguh, dan mana yang… Read more Silat Lidah

Ego

Pernahkah anda mendapat nasehat agar menenangkan diri untuk lalu mendengarkan isi hati? Agar kita bisa mengambil keputusan tak tergesa dan tak egois. Jika kembali ditengok, sebenarnya apa sih makhluk bernama ego yang sangat sering disalahkan atas segala sesuatu yang tergesa dan keliru? Berapa dari kita pernah dianggap keliru lalu: “Kamu sih terlalu mengikuti ego mu!”.… Read more Ego

Panen Madu dan Keakraban

Secara bodon-bodonan, saya sudah melewati tiga puluh dua idul adha. Sebuah hari raya yang sejak kecil tertanam di benak saya sebagai saat dimana saya bisa nyate, karena di lingkungan saya tumbuh, kambing lah yang lebih banyak dijadikan binatang kurban. Tiga puluh dua kali idul adha. Angka yang cukup banyak. Yang jika tiap melewatinya saya sempatkan… Read more Panen Madu dan Keakraban

Kemenag Kemana?

Tadi pagi saya membaca pesan berisi -lebih tepatnya kegamangan akan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Jokowi. Kawan saya yang terkenal relijius -setidaknya dibanding saya itu kuatir jika nantinya kementerian agama dihapus oleh pemerintahan baru yang sejatinya belum terbentuk, Jokowi saja belum dilantik dan SBY masih menjadi presiden Indonesia. Jokowi memang sejak awal ‘diragukan’ relijiusitasnya oleh… Read more Kemenag Kemana?

Lelaki Gila Yang Jatuh Cinta Pada Hujan

Ada lelaki di kampungku, jatuh cinta kepada hujan. Kau bisa lihat wajahnya girang saat hujan datang. Hujan macam apapun. Gerimis, hujan monyet, deras atau hujan badai pun selalu menyisakan sunggingan senyum di wajahnya. Sesuatu yang jarang nampak di wajahnya. Yang kucintai itu hujan, bukan badainya, tapi hujan badai tetaplah hujan, jadi tetapsaja aku jatuh cinta,… Read more Lelaki Gila Yang Jatuh Cinta Pada Hujan

Salam

Beberapa waktu silam ketika seperti biasa saya asyik ngangkring di warung nasi kucing langganan saya, saya yang saat itu tengah asyik ngobrol dengan sang pemilik warung dengan gelaran tikar, tiba-tiba dikejutkan oleh ucapan salam yang begitu keras dari salah seorang pengunjung warung. “Assalaamu ‘alaikuuum!!!”