Panen Madu dan Keakraban

Secara bodon-bodonan, saya sudah melewati tiga puluh dua idul adha. Sebuah hari raya yang sejak kecil tertanam di benak saya sebagai saat dimana saya bisa nyate, karena di lingkungan saya tumbuh, kambing lah yang lebih banyak dijadikan binatang kurban. Tiga puluh dua kali idul adha. Angka yang cukup banyak. Yang jika tiap melewatinya saya sempatkan… Read more Panen Madu dan Keakraban

Kemenag Kemana?

Tadi pagi saya membaca pesan berisi -lebih tepatnya kegamangan akan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Jokowi. Kawan saya yang terkenal relijius -setidaknya dibanding saya itu kuatir jika nantinya kementerian agama dihapus oleh pemerintahan baru yang sejatinya belum terbentuk, Jokowi saja belum dilantik dan SBY masih menjadi presiden Indonesia. Jokowi memang sejak awal ‘diragukan’ relijiusitasnya oleh… Read more Kemenag Kemana?

Lelaki Gila Yang Jatuh Cinta Pada Hujan

Ada lelaki di kampungku, jatuh cinta kepada hujan. Kau bisa lihat wajahnya girang saat hujan datang. Hujan macam apapun. Gerimis, hujan monyet, deras atau hujan badai pun selalu menyisakan sunggingan senyum di wajahnya. Sesuatu yang jarang nampak di wajahnya. Yang kucintai itu hujan, bukan badainya, tapi hujan badai tetaplah hujan, jadi tetapsaja aku jatuh cinta,… Read more Lelaki Gila Yang Jatuh Cinta Pada Hujan

Salam

Beberapa waktu silam ketika seperti biasa saya asyik ngangkring di warung nasi kucing langganan saya, saya yang saat itu tengah asyik ngobrol dengan sang pemilik warung dengan gelaran tikar, tiba-tiba dikejutkan oleh ucapan salam yang begitu keras dari salah seorang pengunjung warung. “Assalaamu ‘alaikuuum!!!”

Hajatan

Belakangan ini ada hajatan dimana-mana. Untungnya saya tidak mendapatkan undangan berhubung saya masih tergolong ‘orang baru’ di lingkungan saya. Yang kebayang jika saya mendapatkan undangan dalam jumlah yang massive adalah amplop, isi amplop, senyum dibikin-bikin, basa-basi dan kolesterol.

Kemana? Kemana? Kemanaaa?

Sampeyan rajin ngikutin perkembangan berita dalam negeri, baik melalui media cetak maupun elektronik? Iya? Pernahkah sampeyan mikir kenapa hampir semua berita dalam negeri itu isinya melulu soal carut marutnya negara ini? Tentang kalau toh ada artikel/berita yang menarik (baca: indah) itu biasanya justru soal kuliner atau wisata? Iya? Sama dengan saya kalau begitu.

Merdeka

MERDEKA DALAM PEKIK, TERJAJAH DALAM KEBODOHAN Dua hari lalu, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke 66. Akan tetapi definisi merayakan bisa bermacam-macam. Penuh nuansa. Bagi anak-anak sekolah, 17-an berarti upacara, berpanas-panas dan bermandi peluh.

Ramadhan

Tulisan ini adalah percobaan ke lima saya dalam menulis dengan tema ramadhan. Empat kali gagal. Kebanyakan tulisan saya menjadi tak fokus dan ndlewer kemana-mana dan menjadi terlalu panjang. Padahal sejak awal dibuatnya blog ini, sebisa mungkin tulisan-tulisan saya pendek namun mengajak pembacanya ngobrol. Minimal merenung.

Mainan

Kemarin, saat dalam perjalan pulang dari kantor, saya memacu sepeda motor hingga batas kecepatan yang bisa ditanggung oleh sang mesin. Apa pasal? Tidak, saya tidak sedang buru-buru ditunggu istri yang sedang ngambek. Bukan itu. Kebetulan saya kebelet pipis. Ya, banyak hal tolol kita lakukan dengan alasan sepele dan mudah solusinya. Namun kencing di rumah bukankah… Read more Mainan

Mie Goreng Instan

Saya mencoba menggali ingatan saya yang sejatinya tak selalu bisa diandalkan. Dan dengan usaha yang sedemikian kerasnya sehingga sampe-sampe saya membutuhkan waktu dua tiga hari plus nanya via telpon ke Ibu saya, akhirnya saya mendapat sedikit gambaran tentang apa yang sedang saya coba untuk ingat.