Ngiyub

Janjane sih urung patiya sore, wong ya isih jam papat lewih seprapat, tapi gara-gara lagi udan dadine langite peteng ndedet. Udane deres, gludak-gluduk tur selokane madan bampet. Banyune mludhag. Sepatuku dadi madan teles. Kelelep sih ya ora jane, tapi anu sol-e pancen madan bodhol dadine banyune mrembes, mlebu ming njero. Tapi kepriwe maning, peperan toko… Read more Ngiyub

Hidup Yang Hari Ini Bayar, Besok Gratis

Asal kamu ketahui, Adik punya banyak kawan yang sayang dan peduli denganmu. Bagi mereka, Adik itu pengejawantahan tentang bahwa kehidupan adalah rentetan tawa kebahagiaan. Mereka ingin berkawan denganmu dan bahkan ingin menjadi dirimu. Bahwa menurutmu hidup itu layaknya sinetron komedi stripping, lengkap dengan trek tawa yang direkam sebelumnya. Makanya mereka kaget, ketika tahu bahwa tubuhmu… Read more Hidup Yang Hari Ini Bayar, Besok Gratis

Hari Ibu

Hari ini di Indonesia tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Ditetapkan pada tahun 1959 oleh Sukarno guna memperingati hari ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928, sebagai tonggak lahirnya semangat perempuan Indonesia dalam semangat kebangsaan dan bernegara. Sampai saat ini hari Ibu masih diperingati sebagai hari yang dikhusus-khususkan untuk memberi penghormatan kepada Ibu. Hari… Read more Hari Ibu

Selamat

Dalam perbincangan dunia maya, saya menemukan: “Bagiku, pernikahan itu bukan prestasi, makanya aku ogah mengucapkan selamat kepada yang menikah, kecuali terpaksa agar orang-orang gak rewel soal itu.”.

Memaafkan U2

Tanggal 1 Desember lalu, U2 merilis album studio ke-14 mereka, berjudul “Songs of Experience’, sebuah sekuel dari album “Songs of Innocence” (2014) yang menggemparkan dunia karena album itu dirilis secara gratis dan hadir tanpa diundang di laman iTunes tiap orang. Album yang baru dirilis beberapa hari ini melalui proses yang sangat panjang, dan beberapa kali… Read more Memaafkan U2

Engkau

Siapa yang menghirup redup hingga perlahan aku ingin hidup sebenar hidup? Siapa yang melenyap gelap hingga perlahan mataku menyala jadi bara? Siapa yang membunuh jenuh hingga pelan-pelan aku rebah dalam tabah? Siapa yang membikin sakit jadi sedikit hingga dalam sembahyang aku berani meminta agar hilang? Siapa yang menyibak semerbak hingga monster sepertiku takluk tunduk mendamba… Read more Engkau

Huma(n)s

Ngomong-ngomong soal humas, as humans. Kopi sore kali ini belumlah dingin, tapi saya ingin cepat-cepat meneguknya hingga tandas habis. Semacam butuh asupan kafein sebanyak-banyaknya dalam tempo singkat. Lalu, saya meracik gelas kedua, lagi-lagi Gayo. Tubruk, kesukaan saya. Layar gawai saya masih menyala, di sana terpampang salah satu pesan dari rekan saya, yang mempertanyakan peran kehumasan… Read more Huma(n)s

Untukmu

(Tulisan ini telah mengalami beberapa kali perubahan) Tadi pagi saya mendapatkan kiriman warta melalui gawai saya, tentang seorang penulis kondang yang memutuskan untuk menghentikan seluruh penerbitan buku-bukunya dengan alasan ketidakadilan aturan perpajakan terhadap profesi penulis. Saya lalu menyambangi laman akun sosial media penulis tersebut di sini dan di sini, dan membaca detil keluh-kesahnya. Emosional, namun… Read more Untukmu

Teman Di Kepala

Ayam belum juga berkokok, udara terasa sangat dingin menusuk tulang. Musim bediding, kata orang Jawa. Musim yang merupakan awal musim kemarau namun udara sangat dingin di malam dan pagi hari. Musimnya orang pilek. Tapi rasa dingin tak dihiraukannya, dengan sedikit terhuyung didera kantuk yang masih melekat, ia menuju kamar mandi di bagian belakang rumahnya dan… Read more Teman Di Kepala

Kecap di nasi Padang

Siang hari, seperti siang hari yang lain di kantor saya. Rekan kerja satu ruangan membahas menu makan siang. Cuaca terlalu terik untuk kami keluar kantor guna makan di luar. Ya, semalas itulah kami, dan seenggan itulah kami tersengat sinar matahari. Nasi Padang, keputusan kami bulat. Saya lalu memanggil OB untuk mencatat pesanan menu saya dan… Read more Kecap di nasi Padang