Pahlawan

Ribut-ribut soal ide almarhum Pak Harto untuk ditetapkan menjadi pahlawan nasional kan bukan barang baru. Sudah lama tapi pancet tetep saja mbundet ndak nemu jalan keluar. Iya jalan keluar, bukan jalan tengah. Kalau jalan tengah nanti makin membingungkan. Ha mosok nanti Pak Harto mau ditetapkan sebagai “Setengah Pahlawan Nasional” demi memuaskan pihak-pihak yang berseberangan? Ayak!

Burung

Kadang kita ndak bisa menduga-duga bagaimana kita bisa dibawa ke dalam suatu perbincangan yang sejatinya luar biasa berat namun dalam balutan ringan dan bungkusan basa-basi harian. Dan hari itu pertanyaan saya murni agar saya punya bahan obrolan saja. “Burung itu dikandangin sendirian, opo yo ndak bosen yo mas? Opo ndak kesepian? Galau…”

Saru

Jika bisa, akan kutulis kisah tentangku dengan kertas beraroma busuk, Dengan tinta menyala menusuk mata, Dengan pilihan kata-kata hina, Jika mampu, akan kuceritakan kisahku bak kisah laknat dalam kitab suci, Dengan kata-kata kutukan dan cacian, Disisipi doa agar tak ada yang menirunya, Jika sempat, Akan kulukis diriku dalam sapuan kuas pemabuk, Dengan goresan panjang dan… Read more Saru

Survei

Kemarin sore, Mas Prabu mengingatkan saya dan teman-teman untuk segera mengisi sebuah survei yang diadakan oleh kantor pusat instansi kami. Yang elok adalah bahwa survei tersebut mengenai tingkat kepuasan para pegawai. Dan survei ini dilakukan secara web-based (berbasis web yang bersifat online). Setelah saya masuk ke situs yang ditmaksudkan, saya menjumpai bahwa saya dihadapkan dengan… Read more Survei

Oeang!

Hari ini, enam puluh enam tahun yang lalu, adalah kali pertama republik ini mengeluarkan uang resminya. Uang kertas dengan pecahan satu sen bergambar keris di bagian depan dan teks undang-undang di bagian belakang ini ditandatangani oleh AA. Maramis dan disebut dengan ORI, Oeang Republik Indonesia. Memang, uang ini bukan uang yang pertama kali dikenal di… Read more Oeang!

Nilai

Tadi pagi, kantor saya ada perbincangan seru. Acara tukar kawruh kali ini membahas soal nilai-nilai yang menjadi acuan atau pedoman kami dalam bertindak di lingkungan kantor selaku pranata praja negara ini. Yang menyampaikan materi adalah Mr. Prabu Pantun dan Mr. Sunda. Acara dimulai dengan Mr. Prabu menjelaskan dari asal mula kenapa nilai atau norma itu muncul,… Read more Nilai

Wow

Beberapa waktu lalu, Mbah Didik bercerita kepada saya dan Mas Lanting. Tentang kelakuan anaknya yang membuatnya sedikit kesal. Sebenarnya anak Mbah Didik itu tidak sendirian, ada ribuan atau mungkin malah jutaan orang lain yang melakukan hal yang sama. Semacam kegilaan secara berjama’ah atas nama kekinian dan tren. Belakangan Mas Sinar, senior saya di kantor juga… Read more Wow

Telik Sandi

Puluhan tahun silam, kamar tempat saya tidur dan beraktifitas bersama dua puluhan santri lain, pernah tiba-tiba penuh bisik-bisik dan desas-desus. Gedung yang kami tinggali terdiri dari tiga kamar dan satu kamar senior-senior kami yang ditunjuk menjadi pengasuh seluruh santri di tiga kamar di gedung tersebut. Kami yang masih santri baru antara penasaran, bingung dan takut… Read more Telik Sandi

Kajen

Maafkan buat pembaca yang beretnis non Jawa. Saya memang boleh dibilang keterlaluan dalam nge-uber alles hal-hal yang berbau Jawa. Pokoknya sisa-sisa darah priyayi di tubuh saya akan selalu mengedepankan hal-hal yang berbau tradisional, terutama Jawa. Begitu nampaknya. Tapi jangan salah, jikalau sampean mengenal saya secara personal, akan sering menjumpai saya juga akan dengan penuh gusto… Read more Kajen

Respon

Sebagai orang yang memiliki akses internet lebih, wajar ketika beberapa kawan dan saudara menanyakan apakah saya sudah menonton film “Innocence of Muslims” atau belum. Dan kalau sudah, apakah saya bisa membagikan film tersebut kepada mereka. Fim tersebut memang aslinya dari situs Youtube. Dan belakangan Mas Tifatul memblokir tayangan film tersebut. Makanya banyak yang blingsatan mencari cara agar… Read more Respon